Jumat, 03 Juni 2022

Lalu Lintas

Selesai


Penantianku telah usai, kau pulang. Tapi tidak dengan rasa yang dulu. Tak mengapa, melihatmu kembali lagi bagiku sudah sangat senang sekali. Oleh-oleh yang dibawanya adalah duka. Kini ku terjerat lagi, dan kau mencoba mengikat ku lagi. Kembali kudengar panggilmu, yang membuat hatiku bergetar. Aku mohon kepadamu jangan pergi lagi. Melepas rindu bersamamu, kau masih sama seperti dulu yang kukenal pertama kali. Hanya saja kini kau datang perasaan yang berbeda. Kau yang mengajariku apa arti kebahagiaan, kini aku mencoba memahami apa artinya menderita. Aku tak peduli apa kata mereka tentang kisahmu. Yang pastinya tugasku telah selesai. Menjagamu, menemanimu, dan menunggumu. Kiniku menyusuri liku hidupku, kau memberi warna dalam perjalanan hidupku. Sirami lah hatiku yang layu ini, agar kita bisa tumbuh bersama. Aku berharap kepadamu tolong jangan hilangkan rasa ini. Jangan khawatirkan aku disini, biarkanlah aku sendiri. Doaku selalu menyertaimu. Sekarang aku takut kehilangan mu lagi, aku tak mau merasakan kesunyian dan kesepian kesekian kalinya. 

Hari demi hari telah kulewati, hingga ku terbiasa tanpamu. Jika kau ingin pergi lagi, bagiku tak mengapa. Aku merelakan pergi, tak ada bekal yang ku berikan, tak ada upah-upah yang ku berikan. Miskin sekali kata-kata ku ini, tak ada indahnya, tak elok, dan jauh dari kata bagus. Harus dimana lagi kan ku pinta. Biarkanlah kegagalan ini menjadi proses pendewasaan bagiku. Aku harus bisa menerima kenyataan yang pahit ini. Nasi telah jadi bubur, tapi rasa bubur ini pahit sekali. Aku mencoba mencari ketenangan dalam hidup ini agar aku bisa kembali senang dalam menjalani hidup ini. Ingin rasanya aku beranjak dari tempat ini, tapi aku takut tak tau arah jalan pulang. Kalau dulu ada dirimu yang menjadi tujuan untuk pulang. Kini aku harus sendirian. Kau yang memintaku untuk membawamu untuk kembali, hanya saja aku tak cukup kuat untuk melakukan hal seperti itu. 

Ternyata aku mampu menahan rindu terpendam didalam hatiku. Kini kau mencoba membimbingku ke kehidupan yang baru, menjalani lembaran baru. Aku seperti kehilangan diriku sendiri, karena ingin sekali memenuhi keinginanmu. Hidup ini yang selalu berlawanan. Ada siang dan malam, ada ramai dan sepi, ada kering dan basah, dan ada juga gemuk dan kurus haha. 

Matamu yang ingin memandangku, telingamu yang ingin mendengar suaraku, bibirmu yang ingin berbicara kepadaku, hatimu yang ingin selalu menantiku. Apakah seperti ini dinamika dalam hidupku?. Berjuta kata caci maki tak mampu memberikan jawaban kekesalan ini. Ingin sekali kau coba rasakan tinggal sebentar saja bersamaku lupakan waktu. Agar kita rangkai bersama lagi angan-angan kita. Maafmu bukan berarti membuatku legah, melainkan kekecewaanku terhadap dirimu. Ucapan terimakasihmu juga tak ada artinya, jika kau akan pergi lagi dari kehidupanku. 

Kini aku tak mampu medekap dirimu, dan tak lagi harus menjagamu. Jika kau memang yakin akanku maka janganlah kau ragu dan bimbang dengan keputusanmu. Percayalah kita berpijak pada bumi yang sama dan memandang langit yang sama. Kau tak perlu lagi menyalahkan dirimu. Biarkanlah semua ini aku yang menanggungnya. Agar diriku ini kokoh dari hempasan badai. Haii nona manis, aku bakal merindukanmu selalu, jaga dirimu baik-baik disana nanti, kurasa kau bisa bebas dengan tidak adanya hadirnya diriku disini, sekarang tak ada lagi yang membuat dirimu kesal. Kau adalah semangatku, kau adalah rindu ku, dan kau adalah kesekian kalinya merobohkan ambisiku. Tak ada pilihan lagi selain merelakan dirimu untuk pergi. Harus seperti apa lagi yang kan ku cari, dan harus darimana lagi aku memulainya. Jika aku diberikan keinginan pada hari ini, maka keinginanku adalah ingin bersamamu kembali. 

23 komentar:

  1. Salah atau tidak pandangan ku tentang ini, kamu terlalu pengecut untuk menjadi dirimu sendiri. Terlalu memaksa menampilkan topeng di depan sahabat2mu. Sehingga disini seolah lalin mu lah yang bersalah diatas segalanya, lalinmu juga menjadi tombak permasalahan dalam hal ini. Tidak tahu apa yang kau persiapkan untuk perjalanan panjangmu, namun saat ini kulihat lalinmu banyak yang membenci dan itu juga karena ulahmu. Kulihat, lalinmu sudah buktikan ketulusan cinta itu ada, tapi nyatanya kamu pengecut, sehingga semua yang dibuat lalinmu kau sampaikan (mengadu) ke teman baikmu. Tega haha, seolah lalinmu lah yang sangat berambis untuk berjalan bersamamu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalinku pernah berkata "kalau masalah perasaan itu ada 2. Menyakiti orang atau disakiti orang.

      Hapus
    2. lalinmu merasakan keduanya. pergilah, "tinggalkan lalinmu". Bukankah begitu kata teman teman mu ? Yaaa, lalinmu tidak punya nyali lagi. lalinmu tidak bertenaga lagi, rasanya perkataan temen teman mu cukup menguras habis tenaga nya.

      Hapus
    3. Apakah kau bisa membantuku menemukan lalinku? Aku mempunyai tiket untuk kesana, tapi aku tak tau harus dimana mencarinya.

      Hapus
  2. Ulahmu, kali ini kamu penyebab lalinmu pergi. Meski sebenarnya dia tidak pergi, dia hanya kembali kau dorong ke dalam jurang suram yang gelap. Lalinmu sangat takut disana, takut sekali. Dia tidak punya cahaya, tidak juga punya arah. Lalinmu tidak berjalan di jurang sana, lalinmu hanya bisa menunggu cahaya yang memberikanya jalan untuk naik keatas permukaan dan meninggalkan jurang yang suram.
    Sudahi,, lalinmu tidak hidup lagi. Ia mati dibunuh rindu, malu, dan kamu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalinku jahat. Dia sengaja membenturkan ku dengan sahabatku

      Hapus
  3. Yaaaa, sisa dari cerita ini hanya saling menyalahkan

    BalasHapus
  4. Lalinmu tak punya keberanian lagi untuk menghubungimu, dia takut kamu mencelakai nya. Dia khawatir kamu mengadukan semuanya. Dia sakit jika terus menerus kau kasih beban tanggung jawab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah dia punya waktu malam ini? Aku begitu merindukannya. Jika dia merindukanku juga, temukan aku dalam kesunyianmu.

      Hapus
  5. lalinmu pasti kesepian hahaha, dia terlalu terbiasa dengan hadirmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di penghujung malam aku akan menghubunginya

      Hapus
    2. Dia tau hal itu pasti kau lakukan untuknya. tapi setelah ponsel nya bergetar, suara khas teman mu selalu mendahului suara mu. {Star light}

      Hapus
    3. Kali ini aku sendirian, aku membutuhkan suaranya, tolong berikan aku kesempatan untuk mendengar suaranya

      Hapus
  6. Dengan begitu, hidupnya akan terancam. tidak akan ada kata aman lagi untuknya. gertakan demi gertakan teman teman mu selalu didengar olehnya

    BalasHapus
  7. Tidak kah kau kasihan ? Kau membunuhnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalinku pernah berjanji akan memenuhi keinginanku, aku mohon kepadamu, hubungkan aku dengan lalinku untuk malam ini saja.

      Hapus
  8. Kamu pun pernah berjanji untuk mengahadapi nya bersama, tapi nyatanya lalinmu sendiri yang berhadapan dengan masalah yang kalian buat bersama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kini aku hanya meratap fotonya saja, cuman itu yang bisa kulakukan sekarang. Walaupun aku takkan bertemu dengan lalinku lagi, tolonglah berikan aku kesempatan untuk mendengarkan suara lalinku lagi. Maka dari itu hasratku terpenuhi.

      Hapus
  9. Teman teman mu lah yang membuat lalinmu seperti kiki. Teman teman mu yang memohon agar tidak ada lalin lagi yang mendekatimu. Disaat itu pun lalinmu meminta pertolongan darimu, meminta pembelaan dari mu. Namun ketika itu kamu sudah hilang, meninggalkan lalinmu sendirian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku tak pernah meninggalkan lalin, lalinku pergi meninggalkanku sendirian. Ini bukanlah sebuah perpisahan, tapi aku dan lalinku hanya menahan rindu.

      Hapus
  10. Sudahi yaaa, kasihan lalinmu. Dia disiksa rindumu, disiksa ancaman temanmu juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biarkan aku yang menjadi jaminannya, biarkanlah aku yang menanggung beban semua ini. Aku sedih jika lalinku harus sedih seperti ini terus.

      Hapus
  11. Tak mengapa, malu dan sakit mu juga harus ia rasa

    BalasHapus

Dan Saat Ini

Tumbuh dan diasuh oleh sang malam.  Mencoba menaklukkan nasibnya sendiri.  Selalu kalah disetiap pertempuran.  Bahkan menjadi momok menakutk...