Senin, 29 Agustus 2022

Sayatan Hati

Hari demi hari terus berganti, tetapi diri ini masih saja terjebak di lorong hitam. Diri ini butuh surya yang menyinari roh jasad yang belum mati ini. Aku ingin Engkau yang selalu bertahta dalam kalbuku, Kutetap bersuara semua harapanku tentang diriMu. Jalan semakin larut kasih-Mu tak terbatas waktu, Dialah pengasih dan penyayang kepada semua hamba-Nya. Ku sebut nama-Mu di setiap hembusan napasku, tempat berlindung dari segala marabahaya. Bunga-bunga bermekaran burung-burung berkicauan selamatlah semua ciptaanMu. Diriku diam bagaikan malam, dan bila waktunya tiba untuk memulainya pastilah ku ragu tak sanggup ku menyusun semua kata-kata ini. 

Nama-Mu terukir dalam pusara, aku sertakan doa seolah mantra menjelma nafasku. Dan berikanlah arti pada hidupku, Entah sampai kapan aku begini. 

Biarkan aku bernafas sejenak sebelum hilang, Hamba bersujud. Engkau tak pernah salah tentukan jalanku, bersihkan jiwaku dengan kasih sayang-Mu cahaya-Mu yang selalu menjadi penuntun hidupku. Aku takkan mampu hidup tanpa sentuhanNya, Kebenaran itu satu. Tak satu pun kata terucapkan demi sebuah agungnya ciptaanMu, Apa aku berdiri bersama dusta?. Hidupku hanya untuk-Mu, Hanyalah pada diriMu tempatku mengadu tempatku mengeluh di dalam doaku. 

Aku percaya yang menyenangkan Engkau adalah yang paling memercayai-Nya, dan tak ada satupun di dunia ini yang kekal. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dan Saat Ini

Tumbuh dan diasuh oleh sang malam.  Mencoba menaklukkan nasibnya sendiri.  Selalu kalah disetiap pertempuran.  Bahkan menjadi momok menakutk...