Nama-Mu terukir dalam pusara, aku sertakan doa seolah mantra menjelma nafasku. Dan berikanlah arti pada hidupku, Entah sampai kapan aku begini.
Biarkan aku bernafas sejenak sebelum hilang, Hamba bersujud. Engkau tak pernah salah tentukan jalanku, bersihkan jiwaku dengan kasih sayang-Mu cahaya-Mu yang selalu menjadi penuntun hidupku. Aku takkan mampu hidup tanpa sentuhanNya, Kebenaran itu satu. Tak satu pun kata terucapkan demi sebuah agungnya ciptaanMu, Apa aku berdiri bersama dusta?. Hidupku hanya untuk-Mu, Hanyalah pada diriMu tempatku mengadu tempatku mengeluh di dalam doaku.
Aku percaya yang menyenangkan Engkau adalah yang paling memercayai-Nya, dan tak ada satupun di dunia ini yang kekal.